
diskusi pagi itu diawali dengan seberkas cahaya mentari yang menyinari bumi setelah hujan.
Masuk dan Menjadi. Itulah satu langkah penting yang membuat seseorang luar menjadi bagian dari dunia dalam sebuah kehidupan, yang dalam hal ini adalah kehidupan dan penderitaan. Sehingga Cinta bukan hanya sudah tumbuh dan mekar di sana, tetapi luka pun sudah menjadi bagian dari rasa yang selalu terbawa. Sungguh Dia (kita mesti) belajar banyak mengenai satu hal ini : bagaimana membuat sebuah gerakan menjadi bagian dari hidup kita, bagian dari rasa cinta kita yang setiap saat dapat menggelora tetapi juga dapat menangis di setiap saat kesedihan dan kepedihan harus tumpah. ,-Mukti
Sebagai prolog mungkin rasa cinta itu memberikan latar belakang bagi perkembangan daur ulang kertas menjadi bahan utama siap pakai dan menjadi komoditas usaha yang cukup menarik,
terkadang orang tak sadar akan sumber daya yang melimpah di Indonesia ini, sampai sampai hal terkecil pun terlewatkan oleh jutaan mata kreatif.

dalam mengerjakan sesuatu itu sebenernya gak ada yang iseng, tapi semuanya terencana, dari awal, sampai akhir. Kalau gagal, berarti itu kehendakNya, pilihan Kita hanya, mengulang, melanjutkan, atau menyerah.
tahap pertama dalam pembuatan kertas daur ulang yaitu : leburkan bahan-bahan berserat (dilihat dari prinsip kertas itu sendiri terbuat dari serat kayu) nah jadi kalau mau buat kertas daur ulang *versi pribadi, carilah serat itu, bisa dari kertas2 yang sudah terpakai, atau bahkan sampah pun bisa. Hal pertama yang dilakukan adalah, menghancurkannya, untuk itu hal termudah kedua adalah menggunakan blender, mau di robek kecil2 juga boleh klo gak cape mah :D

tahap kedua adalah mencampur hasil leburan dengan air, fungsinya untuk apa? agar lebih cair lah,klo terlalu kental nanti susah membentuknya dan nanti air itu sendiri yang akan berfungsi meratakan bidang (dimana prinsip air adalah mengikuti bidang dan sejajar akan gravitasi) hingga hasilnya pun bisa rata. caranya : masukan adonan hasil blender ke dalam air yang cukup banyak, lalu saring dengan kasa *paranti sablon.

okay, setelah itu cetakkan adonan di keringkan dengan cara menyisir seluruh permukaan agar airnya hilang dan seluruh serat saling mengikat, dan dari tiap butiran adonan itu menyatu dan menjadi lembaran, yaa seperti istilah bercerai burai,bersatu teguh, maka klo adonan itu saling mengikat, jadilah lembaran kertas baru.Yap itu aja kok, simpel kan, setelah itu jemur saja hasil lembaran baru itu, tunggu hingga kering, maka kertas baru pun bisa di dapat.

tidak lupa untuk dokumentasi :D

tidak lupa dalam akhir sesi pertemuan, *sambil menunggu calon kertas itu kering dijemur, Kang Mukti memainkan gitar akustik bambu miliknya.
dan Suasana siang itu bersama beberapa cemilan tradisional semakin hangat :D


